Nasi Goreng Ala Desa di Warung Dheso
December 15, 2007
Meski disajikan secara sederhana, nasi goreng ala desa di Warung Dheso tetap menjadi menu pavorit. Terutama sebagai menu santap siang yang dinikmati karyawan perkantoran.
“Sengaja disajikan sederhana karena rumah makan kami menyajikan konsep back to country. Menunya pun tetap dipertahankan secara aslinya. Ini untuk memenuhi selera konsumen yang rindu masakan desa, khususnya Jawa,” ujar Joe, pemilik Warung Dheso di Jalan Raya Ahmad Yani, Kota Cilegon, Banten.
Nasi goreng Warung Dheso disajikan lengkap dengan irisan daging ayam, baso dan telur. Jika biasanya telur disajikan dengan diiris lalu dicampur dalam nasi goreng atau digoreng bersamaan dengan nasi, Warung Dheso menyajikannya dengan utuh berbentuk telur mata sapi. Perbedaan lain, tidak didampingi salad atau lalapan, cukup dengan kerupuk udang.
“Justru daya tariknya terletak pada kesederhanaannya. Tapi meskipun kental dengan rasa desa, tapi bule juga banyak yang suka,” imbuh Joe.
Joe mengaku suatu hari turis asing bersama rombongan mampir ke tempatnya. Setelah melihat daftar menu yang disodorkan, mereka minta dibuatkan nasi goreng desa. “Nasi goreng di sini memiliki tiga pilihan, yakni nasi goreng telur dadar, nasi goring pete, dan nasi goreng spesial,” sebutnya.
Jangan membayangkan akan ada perlengkapan serba modern jika berkunjung ke tempat ini. Nuansa desa terlihat jelas dari desain bangunan yang hanya memakai anyaman bambu atau gedek.
“Sengaja atau tidak sengaja, desain rumah makan di tengah kota seperti ini menjadi daya tarik sendiri. Karena saat ini banyak rumah makan yang menawarkan kemewahan,” jelasnya.
Menu di Waroeng Desho umumnya tidak lebih dari Rp 10.000 per porsi. “Untuk ukuran kaum urban, harga ini sangat terjangkau. Kebetulan pelanggan kami adalah warga pendatang,” imbuh Joe. (lai)
Entry Filed under: Tempat Jajan. .
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed